Info&tanya jawab

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2022

Dijual Gelondongan Per Karung 100 Ribu, Ongkos Panjat Pinang Per Pohon Seharga 3000 Rupiah

Foto: Dawataa Institut
Dawataa – Komoditas pinang masih menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi sebagian masyarakat Desa Dawataa, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Di tengah aktivitas pertanian sehari-hari, warga memanfaatkan hasil panen pinang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Menariknya, sistem penjualan pinang di desa ini masih dilakukan secara sederhana. Pinang yang telah dipanen umumnya dijual dalam bentuk gelondongan atau buah utuh yang dikemas dalam karung. Untuk satu karung pinang gelondongan, harga jual di tingkat petani berkisar Rp100 ribu.

Kamis, 05 Mei 2022

Petani Lakukan Pengolahan Buah Kelapa Menjadi Kopra

Foto: Corner Abon Tabi
Dawataa – Di tengah hamparan kebun kelapa yang membentang di wilayah pedesaan, para petani masih mempertahankan cara tradisional dalam mengolah buah kelapa menjadi kopra. Aktivitas ini menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.
Proses pengolahan kopra dimulai sejak buah kelapa dipanen dari pohonnya. Kelapa-kelapa yang telah tua kemudian dikumpulkan di lokasi pengolahan untuk dibelah menggunakan parang. Setelah terbelah, daging kelapa dicungkil secara manual dari tempurungnya dengan alat sederhana.

Sabtu, 26 Maret 2022

Kemiri, Produksi Hasil Bumi Andalan Petani Dawataa

Foto: Corner Abon Tabi
Dawataa – Di tengah hamparan kebun yang membentang di Desa Dawataa, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, pohon kemiri tumbuh subur dan menjadi salah satu sumber penghidupan penting bagi masyarakat. Bagi para petani, kemiri bukan sekadar hasil hutan atau tanaman perkebunan biasa, melainkan komoditas andalan yang telah lama menopang ekonomi keluarga.
Setiap musim panen tiba, warga berbondong-bondong menuju kebun untuk memungut buah kemiri yang telah jatuh dari pohonnya. Aktivitas ini menjadi pemandangan yang lazim ditemui, bahkan sering melibatkan seluruh anggota keluarga.