Info&tanya jawab

Jumat, 15 April 2022

Kasim Botan dari Persita Tangerang Beri Coaching Bola di Kampung Halaman

Foto: Corner Abon Tabi
Dawataa – Kecintaan terhadap kampung halaman kembali ditunjukkan oleh pesepak bola profesional asal Desa Dawataa, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Kasim Botan. Di sela-sela waktu liburnya, pemain yang memperkuat klub Liga 1, Persita Tangerang, tersebut pulang ke kampung halaman untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui kegiatan coaching sepak bola bagi anak-anak dan kaum muda setempat.
Kegiatan coaching yang berlangsung di lapangan desa itu disambut antusias oleh puluhan peserta. Sejak sore hari, anak-anak dan remaja tampak memadati lapangan dengan semangat tinggi untuk berlatih bersama pemain kebanggaan mereka yang telah berkiprah di kompetisi sepak bola nasional.
Dalam sesi latihan, Kasim Botan memberikan berbagai materi dasar sepak bola, mulai dari teknik menggiring bola, mengoper, mengontrol bola, hingga latihan penyelesaian akhir ke gawang. Ia juga membagikan pengalaman tentang pentingnya disiplin, kerja keras, serta menjaga semangat dalam mengejar cita-cita sebagai pesepak bola.
Kalau ingin menjadi pemain sepak bola yang baik, harus rajin berlatih, disiplin, menjaga kesehatan, dan tidak mudah menyerah. Saya berasal dari desa yang sama dengan adik-adik semua. Kalau saya bisa sampai di titik ini, kalian juga pasti bisa jika terus berusaha, pesannya kepada para peserta.
Kehadiran Kasim Botan menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda Desa Dawataa. Banyak peserta mengaku bangga dan senang bisa berlatih langsung dengan pemain yang tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Biasanya kami hanya melihat Kak Kasim bermain di televisi atau media sosial. Hari ini kami bisa belajar langsung. Kami sangat senang dan termotivasi untuk terus berlatih, ujar salah seorang peserta.
Tokoh masyarakat setempat memberikan apresiasi atas kepedulian Kasim Botan terhadap pembinaan sepak bola di kampung halamannya. Menurut mereka, kehadiran sosok yang telah berhasil menembus level profesional dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak desa untuk berani bermimpi besar.
Kasim tidak melupakan asal-usulnya. Ia pulang untuk berbagi pengalaman dan memotivasi anak-anak. Ini adalah contoh yang baik bagi generasi muda, ungkap seorang warga.
Selain melatih teknik bermain, kegiatan coaching juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Kasim Botan dengan masyarakat. Suasana keakraban terlihat ketika para peserta berebut kesempatan untuk berfoto dan berbincang dengan pemain idolanya.
Bagi Kasim Botan, pulang ke Desa Dawataa bukan sekadar melepas rindu dengan keluarga dan kampung halaman. Lebih dari itu, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola di daerah tempat ia dibesarkan.
Melalui kegiatan coaching tersebut, diharapkan akan lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat dari Desa Dawataa yang kelak mampu mengikuti jejak Kasim Botan mengharumkan nama daerah di pentas sepak bola nasional. Di lapangan sederhana kampung itu, mimpi-mimpi baru mulai tumbuh, dibangun dari semangat, kerja keras, dan keyakinan bahwa anak desa pun mampu meraih prestasi setinggi mungkin.
Foto: Corner Abon Tabi

Foto: Corner Abon Tabi
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar